dr. Handoyo alias Gus Pur
Guru Bangsa

“Kalau saya sih gampang aja! Mbak Mega itu ngapain bingung-bingung. Gitu aja kok repot!” (sembari menggerak-gerakan jari tangan kirinya dan sedikit menggerakkan hidungnya)

Celotehan Gus Pur memang selalu kocak di acara ini. Kalimat-kalimat yang dilontarkan pun menjadi ciri khas. Di balik keseriusannya memerankan tokoh Gus Pur. Profesi Handoyo atau Gus Pur ini adalah seorang dokter. Alumnus Universitas Indonesia 1981 dan hingga saat ini masih aktif bekerja di Departement Kesehatan (Depkes). Handoyo yang lahir di Sukomoro, Ngajuk, Jawa Timur, 12 Agustus 1956 ini sangat menganggumi sosok Gus Dur sebelum Gus Dur naik menjadi presiden RI. Bukan hanya itu Handoyo juga sudah membaca dan menyimpan sejumlah buku yang di tulis Gus Dur. Ia juga punya koleksi Gus Dur di Koran sejak tahun 1996. Semua itu dilakukan sebagai bentuk ke kaguman Handoyo terhadap kualitas intelektual Gus Dur.

Handoyo atau Gus Pur sempat bertugas di Jambi. Tujuh tahun kemudian, tepatnya 1988, dia bekerja sebagai staf Dirjen Pelayanan Medik Departement Kesehatan, hingga saat ini. Seiap seminggu sekali Handoyo bertugas di RS Harum, kalimalang, jakarta Timur. Berkat kemahirannya dalam memerankan tokoh Gus Dur, ketika praktek, Handoyo sering dimintai pasiennya berlakon layaknya Gus Dur. Bahkan pernah ada pasien yang mengigil karena malaria sempat-sempatnya meminta dr. Handoyo berlakon menjadi Gus Dur. Dan kini Handoyo pun sedang mempersiapkan diri untuk mengambil S-3 di Hawaii. Ia ingin menjadi pakar epidemiologi.

August 8, 2008

Advertisement